Financial Modeling using Exel & VBA

![]() |
| Excess Is Found via In House Training Programs?
The goal of “Financial Modeling using Excel & VBA” in House Training
Which approach do
Following the requirements for this Training The ticket including with: 1. 1 PC/ trainee at training. |
Add comment November 17, 2009
Innovation War : Nokia vs. Blackberry
- Written by Yodhia Antariksa
- Posted August 31, 2009 at 12:02 am
Demam Blackberry (Bb) di tanah air tampaknya kian tak tertahankan. Laju penjualannya terus melesat, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna Bb tertinggi di dunia (!) Para pejabat RIM (Research In Motion) – produsen Bb yang berlokasi nun jauh di Ontario, Kanada sana – sampai tertegun-tegun, bahwa ada ledakan populasi pengguna Bb di sebuah negeri katulistiwa bernama Indonesia.
Dan kisah menjulangnya produk Blackberry itu dengan segera membuat produk smartphone keluaran Nokia seperti terpelanting, tercabik penuh luka. Jika tren ini terus berlanjut – dan banyak pengamat percaya ini akan terus berlanjut – masa depan produk smartphone Nokia niscaya akan tergolek dalam bayang-bayang kehancuran.
Syair dan kidung kematian mungkin masih terlalu pagi untuk dilantunkan. Namun, dalam perang inovasi yang brutal, everything is possible. Jika Nokia tak jua mampu mengelak, pendekar tangguh dari Finliandia ini bisa pelan-pelan tergeletak wafat dalam pusara kematian. Dan di atas batu nisannya, tercetak kalimat : Nokia – Rest in Peace. Who knows?
Semua kisah yang membawa kepiluan bagi Nokia itu berawal dari satu produk yang bernama Blackberry. Ada dua faktor utama yang berperan dalam melambungnya produk Bb ini. Yang pertama tentu saja adalah : produk yang inovatif dengan desain amat elegan. Teknologi email dan browsing-nya sangat user friendly, dan penempatan papan keyboardnya juga terlihat sangat pas (untuk seri Bold dan Curve). Desainnya juga sangat cantik nan menawan, membuat produk smartphone Nokia Communicator menjadi terlihat sangat jadul.
Faktor kedua, yang juga tak kalah penting, adalah apa yang dapat disebut sebagai “imitation effect”. Tentu efek ini bukan khas Indonesia, namun lazim menghinggap pada benak para konsumen di berbagai penjuru dunia. Efek ini intinya begini : kalau orang laen pake Bb, gue mesti pake juga dong. Sebab kalo gue ndak pake, gue bakal kelihatan ketinggalan jaman, gitu.
Efek semacam itu dengan segera akan menciptakan viral : atau promosi yang menyebar dengan sendirinya melalui jaringan para konsumennya. Efek semacam ini pelan-pelan bergerak seperti bola salju dan pada titik tertentu, akan menciptakan momentum ledakan penjualan. Gladwell menyebutnya sebagai tipping point : atau titik dimana efek viral itu melaju tak tertahankan.
Dan persis efek semacam itulah yang dengan indah dimanfaatkan oleh produsen Bb. Mereka hampir tak pernah mengeluarkan biaya untuk iklan; sebab yang menjadi salesman produk mereka adalah ribuan penggunanya yang tersebar disetiap sudut kota. Dan asyiknya “ribuan salesman/salesgirl” ini tidak perlu dibayar. Namun seperti kita lihat : efeknya sangat dramatis bagi laju penjualan Bb. (Ini tentu berbeda dengan smartphone Nokia yang jor-joran mengeluarkan puluhan milyar untuk pasang iklan dimana-mana; namun hasilnya tak juga maksimal).
Menyadari serbuan Bb yang kian tak tertahankan, Nokia mencoba merilis seri E, yang merupakan rangkaian produk smartphone dengan beragam keunggulan. Namun sayang, laju penjualannya ndak seperti yang diharapkan. Inilah yang membuat pangsa pasar smartphone Nokia secara global kian tergerus (dari sekitar 49 % pada tahun 2006 menjadi 41 % pada tahun 2009 ini; sementara pangsa Bb melaju hampir tiga kali lipat, dari 7 % pada tahun 2006 menjadi 20% pada tahun 2009).
Tren diatas tak pelak telah membuat Nokia segera berbenah; sebab jika mereka terus gagal membalikkan tren itu, maka masa depan mereka benar-benar berada dalam kekelaman. Sebab pada sisi lain, secara global Nokia juga harus menahan laju produk dahsyat lainnya, yakni iPhone dari Apple yang juga terus menggerus pangsa pasar Nokia.
Serangkaian kisah diatas tampaknya kian menegaskan arti penting inovasi. Tanpa kecerdikan melakukan inovasi, setiap perusahaan – betapapun hebatnya – pasti akan terjungkal dalam semak-semak kehinaan. Perang inovasi memang sungguh brutal. Ia selalu akan meninggalkan para pecundang yang tak sigap merespon dinamika pasar. Pecundang semacam pasti akan selalu tersingkir, dan terkaing-kaing dalam lembah kenestapaan.
Sebab itulah, kita sungguh percaya dengan mantra ini : INNOVATION. How can you survive without it?
1 comment Oktober 22, 2009
Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart
Rabu, 7 Oktober 2009 lalu bertempat di hotel Shangri-La Jakarta, Tokobagus bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) melakukan launching program peduli AIDS yang bertajuk Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart. Program tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung pemerintah dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Tema yang diambil “Have a Heart” mengacu pada tujuan utama amal ini yaitu mengedukasi masyarakat Indonesia tentang AIDS sehingga pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS akan lebih efektif. Melihat tingginya angka persentase pada penderita yang berumur muda, maka edukasi mengenai penanggulangan HIV/AIDS sangatlah penting. Dengan demikian, masyarakat, terutama kaum muda dan penderita ODHA, lebih memahami akan pencegahan HIV dan tidak mendiskriminasi penderita ODHA. Sosialisasi edukasi mengenai HIV/AIDS ini rencananya akan dilaksanakan ke sejumlah wilayah di Indonesia.
Kegiatan sosial Have a Heart mengusung konsep penggalangan dana dengan melibatkan selebritis papan atas Indonesia melalui lelang amal di situs jual beli online Tokobagus. Jadi, Para selebritis menyumbangkan barang-barang koleksi pribadi mereka untuk dilelang di situs Tokobagus. Lelang ini digelar hingga 1 Desember 2009 pukul 12 siang WIB di portal Tokobagus yang bertepatan dengan Hari AIDS Internasional. Selebritis yang terlibat dalam charity ini antara lain Dewi Sandra, Irfan Hakim, Lena Tan, grup band Drive, Juliette band dan masih banyak lagi yang akan bergabung. Beberapa dari mereka bahkan datang langsung dan membawa barang – barang yang akan dilelang pada launching Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart. Seperti contoh, Dewi sandra menyumbangkan jaket kulit trendi yang pernah dipakainya disebuah show, Anya Dwinov memberikan jam tangan DKNY kesayangannya, lalu ada Juliette band yang menyumbangkan gitar Duncan bertanda tangan seluruh personel Juliette. Dana yang terkumpul dari charity tersebut nantinya 100% akan disumbangkan bagi kepentingan edukasi HIV/AIDS di Indonesia.
Nah, buat Anda yang peduli dengan sesama, ngefans berat sama selebritis sekaligus mau membuat perubahan bagi Indonesia, ayo ikuti dan sukseskan lelang amal Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart! Kunjungi Tokobagus.com dan buat penawaran sekarang juga! Sumbangsih Anda sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan!
Tokobagus on Facebook
Buat Anda yang belum bergabung di halaman penggemar Tokobagus di Facebook, ayo jadi penggemar Tokobagus! Dapatkan informasi dan tips menarik serta ikuti lelang amal Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart!
Add comment Oktober 17, 2009
Jasa ASSUR Service
- Anda Butuh Dana Tunai untuk pengembangan usaha, pendidikan, liburan dll…. cukup dengan Jaminan BPKB Mobil anda, proses cepat, akurat dan terpecaya, 100% cair.
- ASSUR SERVICE juga melayani Jaminan Asuransi Mobil anda, Percayakan kepada kami. ” Anda Selamat, Kendaraan Anda Terawat “
Untuk Keterangan lebih lanjut silakan hubungi :: Bpk. ASEP Telepon : 081382404494.
Add comment September 30, 2009
Damon dan Phytias
Oleh: Jansen H. Sinamo & Hendri Bun
Alkisah, di zaman Yunani kuno memerintah seorang raja bersama Dionisius. Di kerajaannya hidup sepasang sahabat yang terkenal karena kesehatian, kesepikiran, dan komitmen mereka: Damon dan Phytias namanya.
Suatu hari, tanpa sengaja Damon melakukan sebuah kesalahan fatal di sebuah gelanggang permainan. Akibatnya, dia harus dihukum mati. Namun, beberapa saat sebelum eksekusi, Phityas muncul.
”Yang mulia Raja Dionisius, ijinkanlah hamba memohon sesuatu buat Damon, sahabatku: Berikanlah kesempatan terakhir baginya melakukan sesuatu sebelum menemui ajalnya.”
Raja pun mengabulkannya. ”Baik, aku ijinkan. Hai Damon, apakah permintaan terakhirmu?”
”Terimakasih sahabatku Phytias, dan Raja Dionisius. Permintaan hamba adalah boleh kembali ke kampung dan rumahku untuk mencium anak-istriku dan berpamitan pada keluargaku.”
”Tetapi apa jaminannya?” tanya raja.
Phytias mengajukan diri. ”Baginda, selama Damon pergi, biarlah hamba yang menggantikannya sebagai tahanan. Apabila pada batas waktu yang ditentukan dia tidak muncul, hamba bersedia dihukum mati sebagai gantinya.”
Demikianlah Damon dilepaskan dan diberi waktu tiga hari untuk melaksanakan niatnya.
Raja dan khalayak ramai menunggu apakah Damon kembali sesuai dengan janjinya. Hari pertama lewat tanpa kabar. Hari kedua juga berlalu begitu saja.
Hari ketiga, masyarakat berbondong-bondong berkumpul di tempat eksekusi. Mereka penasaran sambil berharap cemas, apakah Damon memenuhi janjinya. Menjelang siang hari, kabar kehadiran Damon belum terdengar juga. Waktu terasa berlalu begitu cepat. Dan ketegangan meliputi semua orang yang berada di sana.
Menjelang sore, Damon tetap tidak muncul. Pada detik-detik menjelang eksekusi, raja pun berkata kepada Phytias. ”Tampaknya persahabatan kalian yang legendaris itu tidak terbukti. Dan kamu, Phytias yang malang, bersiaplah untuk mati karena sahabat yang setia yang kamu banggakan itu tidak sesetia seperti yang kamu kira.”
Namun saat pedang algojo hampir berkelebat, dari kejauhan terdengar suara orang berteriak. “Tunggu … tahan hukuman! Tunggu … tahan hukuman!”
Sontak semua yang hadir memalingkan muka ke arah suara tersebut. Pekik tidak percaya bercampur gumaman kagum memenuhi udara. ”Itu Damon … Dia kembali …”
“Maafkan hamba baginda. Hamba mengalami banyak sekali hambatan di perjalanan. Waktu melintasi selat, perahu hamba membentur karang hingga tenggelam. Saat melintasi hutan, sekelompok penyamun merampok hamba hingga terluka. Namun, hamba tetap berlari ke sini, dan syukurlah belum terlambat. Saudaraku Phytias, terimakasih atas kebaikanmu. Engkau telah mempertaruhkan nyawamu untukku. Sekarang, aku sudah di sini, dan siap untuk dihukum.”
Melihat hal tersebut, Raja Dionisius hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir. Hatinya tersentuh dan berkata, “Damon dan Phytias, ternyata benar apa yang kudengar selama ini tentang persahabatan kalian. Aku sangat menghormatinya. Sebagai penghargaan, maka kamu, Damon, aku ampuni dan lepaskan dari hukuman mati.”
“Terimakasih Baginda,” Damon dan Phytias serentak menjawab.
“Namun ada satu hal lagi. Bolehkah ke dalam persahabatan kalian berdua ditambahkan orang ketiga?” tanya sang raja.
Demikianlah Raja Dionisius kemudian menjadi sahabat Damon dan Phytias. Persahabatan mereka menjadi persahabatan segitiga yang melegenda di seantero dunia.
* * *
Etos 7 berbunyi: kerja adalah kehormatan, aku bekerja tekun penuh keunggulan. Dalam kisah ini, kita menemukan kualitas persahabatan Damon dan Phytias: komitmen, kesetiaan, dan kepercayaan yang total sehingga mampu menggetarkan sanubari masyarakat dan Raja Dionisius.
Apapun yang unggul, mulia, dan berkualitas tinggi selalu menarik rasa hormat dan kekaguman. Kalau kita mampu menerapkannya dalam hidup dan pekerjaan, di mana kita mampu membina hubungan dengan orang lain, pemasok, atau pelanggan, maka relasi tersebut akan menjadi penyelamat dan modal kita untuk berkembang.
Karena itu, jagalah kualitas persahabatan Anda, karena dengan demikian, hidup akan jauh lebih mudah dan sukses pun menjadi sangat mungkin diraih.
*) Kisah ini adalah salah satu kisah yang dicuplik dari buku “KAFE ETOS: 24 Kisah Renyah untuk Memperkuat Etos Kerja Unggul” Karya Jansen H. Sinamo bersama Hendri Bun, Terbitan Institut Darma
1 comment September 28, 2009
Law of Attraction : You Can If You THINK You Can (Bagian 1)
Yodhia Antariksa January 14th, 2008
You can if you think you can. Kalimat sakti yang pernah menjadi judul buku legendaris karangan Norman Vincent Peale ini sepertinya hendak memberikan satu pesan yang jelas : jika Anda senantiasa berpikir positif, selalu merajut “mentalitas bisa” (can do attitude), dan senantiasa membayangkan masa depan dengan gelegak optimisme, maka percayalah, hidup Anda pada akhirnya benar-benar akan basah kuyup dalam nirvana keberhasilan dan kebahagiaan.
Dan persis seperti itulah spirit yang dikandung oleh Law of Attraction (LOA) – sebuah aliran keyakinan yang kini tengah digandrungi dimana-mana. Maka simaklah petikan kalimat-kalimat berikut ini.
Rahasia besar kehidupan adalah hukum tarik menarik. Hukum tarik menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Ketika Anda membayangkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirim ke Semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal yang serupa, dan lalu dikembalikan pada sumbernya, yakni Anda. (dikutip secara bebas dari buku The Secret karangan Rhonda Byrne).
Add comment September 24, 2009









Yodhia Antariksa




RSS - Posts
