Outsourcing Service

PENDAHULUAN
PT. PRO PACIFIC, Adalah sebuah perusahaan penyedia Jasa Layanan  yang dari awal berdiri berkomitmen untuk melayani  segala keperluan yang dibutuhkan oleh dunia property, seperti: Labour Supplies (kurir, administrasi, office boy dan receptionis) Cleaning Service, Pest & Rodent Control, Landscape, Security, Parkir, dan General Supplier.
PT. PRO PACIFIC, Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dibidang penyedia Jasa Layanan sumber daya manusia merupakan asset perusahaan dan mitra yang sangat penting didalam mencapai suatu keberhasilan dan harapan yang diinginkan oleh pelanggan. Pembinaan dan Pengembangan secara profesional dan berkesinambungan terhadap  sumber daya manusia yang dimiliki mutlak harus dilakukan untuk menjaga agar kinerja dan etos kerja tidak menurun.
PT. PRO PACIFIC, Didalam kegiatan operasionalnya berpedoman kepada Standard Operating Procedure, Policy dan Procedure dan Job Description dari masing – masing kegiatan dan jabatan yang ada. Dan akan dilakukan perbaikan jika ditemukenali adanya kendala didalam pelaksanaannya. Yang kesemuanya itu dilakukan untuk memenuhi harapan dan keinginan dari pelanggan sebagai pengguna jasa.
PT PRO PACIFIC Beroperasi sejak tanggal 11 Februari 2004.
Alamat:

Kantor Pusat PT. Pro Pacific :

Gading Batavia Blok LC 9 No. 26

Telepon     : (021) 4585 4425

Facsimile   : (021)  4587 4251

  Kantor Cabang PT. Pro Pacific – Surabaya :

Jl. Raya Jemursari No: 224 – 228 Surabaya

Telepon      : (031) 841 9999

Kantor Cabang PT. Pro Pacific – Bandung :

Jl. Soekarno Hatta No: 8111

Bandung

Telepon     : (022) 780 1715

BIDANG USAHA :

1. Cleaning Service,

Perawatan, Pemeliharaan dan Kebersihan Gedung

General Cleaning (kaca, keramik marmer, granit, kayu dan karpet

2. Office Boy
Perawatan,Pemeliharaan dan Kebersihan Ruang Kantor.Membantu Aktivitas Operasional Kantor
3. Admin
Melaksanakan Kegiatan Pelayanan Kantor, Penyedia Fasilitas dan Layanan Administrasi Perkantoran, Sesuai Ketentuan Yang Berlaku Untuk Mendukung Kelancaran Operasional Perusahaan

4. Kasir
5. SPG dan SPB
6. Supir
7. Operator Pabrik
8. Dll
Visi dan Misi PT PRO PACIFIC
Visi : Menjadi Penyedia Jasa Layanan Tenaga Kerja Terdepan, yang memberikan kepuasan kepada pengguna jasa secara  profesional dan berkomitmen untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi secara optimal.

Misi : Memenuhi kebutuhan pengguna jasa akan Tenaga Kerja yang terlatih dan bekerja mengacu kepada Standar Operating Procedure, Policy & Procedure dan Job Description,  sehingga mampu berinteraksi dan bersinergi dengan lingkungan yang pada akhirnya mencapai kepuasan dan harapan yang diinginkan pengguna jasa didalam memenuhi kebutuhan Jasa Layanan yang diperlukan. Serta Memberikan kesejahteraan yang memadai kepada karyawannya.

Untuk Informasi Lebih Lanjut tentang Profile PT PRO PACIFIC , hubungi bagian Marketing kami di telp : 021-92571797 ( Rahmat ). atau kunjungi www.propacific.indonetwork.co.id

Cara Mudah Membangun Minset dan Motivasi kerja yang Mak Nyus

Para Manajer SDM mungkin akan bersorak penuh sumringah kalau saja para pegawai yang bekerja di kantornya memiliki motivasi kerja yang menjulang dan perilaku yang penuh dedikasi. Kita sendiri mungkin juga akan mendesis kegirangan kalau saja kita selalu punya mindset positif yang senantiasa berkibar-kibar.

Cuman soalnya, menjelujurkan spirit motivasi yang terus meruap-ruap sepanjang waktu ternyata tak semudah membikin indomie rebus. Banyak pengelola SDM yang merasa gundah lantaran menyaksikan motivasi kerja para pegawainya kian meredup. Banyak juga dari kita yang merasa frustasi lantaran self-motivation kita kok kayaknya kian termehek-mehek. Doh.

Lalu harus bagaimana? Apa yang kudu diracik agar motivasi dan perilaku kerja kita selalu bergerak ke arah yang kian cemerlang dan mak nyus?

Sebelum kita menelisik jawabannya, kita mau melihat betapa banyak perusahaan (dan mungkin kita sendiri) yang memberikan solusi keliru dalam proses memperbaiki perilaku dan motivasi kerja. Disini kita kita melihat kalau ada karyawan yang motivasi kerjanya melorot, atau yang mindset-nya amburadul, kita segera berasumsi bahwa mereka adalah karyawan atau SDM yang buruk; atau pegawai yang tidak mau berubah ke arah yang lebih baik.

Asumsi itu sering saya dengar dari para pengelola SDM : wah pak, disini karyawannya susah diajak melakukan perubahan. Wah pak, disini mindset karyawannya sulit untuk diajak maju. Atau wah disiplin dan motivasi para pegawainya disini kurang bagus pak.

Para pakar perilaku (human behavior) menyebut asumsi itu sebagai “fundamental attribution error”. Atau asumsi yang segera “menyalahkan” aspek SDM/aspek manusia-nya ketika menyaksikan berbagai keburukan.

Error itu suka muncul, misalnya ketika kita menyaksikan para pengendara sepeda motor di jalanan kota Jakarta (atau kota besarnya) yang mengendarai kendaraan dengan pecicilan. Pak polisi dengan mantap langsung menyebut : disiplin para pengendara sepeda motor di Jakarta sangat memprihatinkan. Atau komenter yang lebih ekstrem : mentalitas para pengendara sepeda motor sungguh tak bermartabat.

Komentar atau asumsi semacam itu disebut sebagai “fundamental error” sebab melupakan satu elemen yang amat penting, yakni : konteks, atau situasi.

Motivasi para karyawan menjadi kacau lantaran konteks/situasi telah membuat ia seperti itu. Para pengendara sepeda motor cenderung bertindak ugal-ugalan lantaran SITUASI telah mendorong mereka mengendarai sepeda motornya seperti itu.

Dengan kata lain, bukan SDM atau manusianya yang brekele; namun situasi atau konteks yang telah membuat mereka bertindak seperti itu.

Orang mengalami demotivasi lantaran mungkin situasi lingkungan kerjanya yang tidak kondusif (jadi bukan orang itu yang buruk motivasinya). Orang mengendarai sepeda motor dengan liar lantaran mungkin tidak adanya jalur khusus untuk sepeda motor atau karena sistem transportasi publik yang buruk. Dan orang tumbuh dengan mindset yang negatif karena mungkin ia bekerja dalam konteks yang membuat ia menjadi seperti itu.

Konteks. Situasi. Ini elemen yang amat penting ketika kita mau melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik (lebih disiplin, lebih tekun, lebih gigih, dan lebih cemerlang).

Dalam lingkungan organisasi atau perusahaan, konteks yang menjadi penentu bagus tidaknya mindset para karyawan (atau juga motivasi kerja mereka) antara lain adalah ini : pola komunikasi atasan – bawahan; target kinerja yang jelas, terukur dan fair; atau mekanisme reward yang berbasis prestasi; kompetisi yang fun, asyik dan yang sehat antar bagian; atau juga lokasi/tata letak kantor yang mudah dijangkau dan nyaman. Dan tentu saja ada banyak contoh konteks/situasi lainnya.

Untuk melakukan perubahan perilaku dan mindset yang sukses, Anda harus kreatif dalam mengutak-utik beragam contoh KONTEKS tersebut diatas.

Artinya, untuk mengubah perilaku dan mindset orang, kita sebenarnya ndak perlu banyak “petuah, ceramah, sesi motivasi, beragam sosialisasi dan himbauan verbal lainnya”. Cukup ubah konteks dan situasi dimana mereka bekerja……dan perubahan perilaku akan dengan sendirinya segera terjadi.

Written by Yodhia Antariksa

Jika Anda Ingin Kaya, Silahkan Baca Tulisan ini

Written by Yodhia Antariksa

Menjadi kaya barangkali merupakan sebuah harapan yang digenggam oleh banyak orang. Sebab, tanpa kekayaan dan penghasilan yang cukup melimpah, kita bisa termehek – mehek mengikuti kenaikan harga barang yang terus meliuk-liuk.

Tanpa rezeki yang terus mengalir, kredit sepeda motor atau mobil yang kita ambil bisa macet di tengah jalan. Atau mungkin kita dipaksa untuk terus nebeng di rumah kontrakan (dan sudah rumah kontrakan, sempit lagi. Doh.) Dan ah, bukankah anak-anak kita butuh pendidikan yang layak. Tanpa nafkah yang memadai, bagaimana kita yakin mereka akan punya masa depan yang kinclong?

Jadi apa kiat dan rahasia menjadi kaya, kalau begitu? Oke, sebentar lagi jawabannya akan dengan renyah disajikan disini. Namun sebelum Anda melanjutkan membaca tulisan ini, silakan tundukkan kepala, dan awali hari kerja Anda di pagi ini dengan doa : mudah-mudahan rezeki yang penuh keberkahan akan terus mengalir dalam diri kita semua.

Studi mengenai wealth management (atau cara mengelola kekayaan) menyimpulkan bahwa ada satu rahasia besar namun sangat simpel yang membuat orang bisa menjadi kaya raya. Mereka menyebut cara simpel itu sebagai : leverage (daya ungkit). Atau : X Factor. Dalam bahasa kita disebut sebagai : faktor kali.

Tiga contoh sederhana berikut akan menjelaskan apa itu faktor kali. Tempo hari ada anak muda lulusan D-3 usia 35-an yang membuka lapak untuk berjualan es cendol di sudut pusat perbelanjaan. Ia bercerita keuntungan bersih dari jualan es cendol itu sebulan mencapai 3 juta. Hmm. Lumayan. Ya sangat lumayan pak, sebab saya punya 10 lapak, ujarnya dengan sumringah.

10 lapak itu adalah faktor kali. Dan dengan itu, dalam sebulan ia bisa menggenggam 30 juta dengan mulus.

Contoh lain adalah rekan saya yang punya usaha menyediakan jasa outsourcing tenaga office boy atau OB (sekarang mana ada office boy yang jadi karyawan permanen). Untuk setiap tenaga OB ia meminta fee 50 ribu/bulan dari kliennya – sebuah angka yang lazim diberlakukan oleh penyedia jasa outsourcing. Angka yang cukup kecil sebenarnya. Cuman, teman saya itu memasok 1000 tenaga OB setiap bulannya, di berbagai pabrik yang tersebar di Jabodetabek.

1000 orang OB itu adalah faktor kali. Dan dengan faktor kali ini, rekan saya itu mendapat 50 juta per bulan dengan mulus. Alhamdulilah.

Contoh terakhir adalah anak muda yang kena PHK, dan kemudian mendirikan usaha berjualan obat herbal secara online. Melalui web yang melintas batas dunia maya, ia berhasil menjaring 100-an reseller yang menjadi partner usahanya.

100-an reseller itu adalah faktor kali. Dan inilah yang membuat anak muda penjual obat herbal itu bisa mendapat keuntungan bersih Rp 25 juta per bulan (dan oh ya ia juga baru saja membeli Kijang Innova terbaru).

Dari tiga contoh diatas menjadi jelas apa itu FAKTOR KALI. Inilah sebuah faktor yang membuat rezeki kita bisa meningkat berkali-kali lipat; tanpa kita harus melipatgandakan tenaga/diri kita. Sebab dengan faktor kali, kita memanfaatkan orang lain untuk menggelembungkan kekayaan kita.

Nah sayangnya, bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan, Anda tidak bisa menemukan faktor kali itu. Bahkan sebaliknya, Anda-lah yang dimanfaatkan (atau di-eksploitasi) untuk menjadi faktor kali bagi juragan pemilik bisnis dimana Anda bekerja. Juragan pemilik bank misalnya, bisa tidur leyeh-leyeh namun bisnisnya tetap terus mekar. Sebab ribuan kantor cabang dan karyawan didalamnya, telah menjadi faktor kali yang melipatgandakan kekayaan sang juragan besar itu.

Wah jadi gimana dong kalau ternyata selama ini kita ternyata hanya menjadi “korban faktor kali”.

Jawabannya memang sudah jelas : kita hanya akan bisa mendapatkan faktor kali, jika kita punya usaha atau bisnis sendiri. Menjadi entrepreneur atau berwirausaha. Atau ya seperti contoh diatas tadi : berjualan es cendol, atau menyediakan jasa OB atau membikin usaha penjualan obat herbal. (Kiat untuk pindah jalur dari karyawan menjadi juragan, bisa dibaca DISINI).

FAKTOR KALI. Inilah sebuah prinsip yang sangat simple, namun memiliki peran yang amat besar untuk membawa kekayaan dalam kehidupan kita.

Silakan terapkan prinsip sederhana itu, dan mudah-mudahan Anda semua bisa menjadi orang-orang KAYA : kaya harta, kaya ilmu dan kaya pahala.

MARHABAN YA RAMADHAN ….

Hari ini 10 agustus 2010 bertepatan dengan tanggal 1 ramadhan 1431 h.

selamat menunaikan ibadah puasa …. mari kita sambut dengan senang gembira, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuat hadits Nabi Muhammad SAW ” Barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan suci ramadhan, niscaya diharamkan jasadnya atas api neraka….”

MARHABAN YAA RAMADHAN…. MARHABAN SYAHRU SYIAM ……….

Financial Modeling using Exel & VBA

Excess Is Found via In House Training Programs?

 

  1. Materials can be tailored to the needs of the company (Tailor made)
  2. Individual approach to patterns can be directly perceived by each participant with a discussion of time is not
    limited to other companies (especially Internal)
  3. equate intentions and perceptions of participants in each discussion
  4. get some tips and tricks that can be legally implemented by the trainees
  5. Can interact and provide direct thinking

The goal of “Financial Modeling using Excel & VBA” in House Training
Is to develop practical skills in implementing the Financial Modeling into the daily work. This can be achieved through hands-on training and instruction given by the resource persons will combine these two important things, namely real life and simulation exercises, using Excel as the basic medium in your worksheet.
This financial training course will be delivered through practical and interactive case studies and worked example, demonstrating how and why each techniques is used. Emphasis is placed to delegates gaining practical, hands on experience of the design and construction of the financial models in Excel. Delegates will also benefit from formal lectures and group discussion. Comprehensive product notes and modeling software will be provided for futures reference.
The course starts by focusing on the advance use of Excel in Modeling. This newly gained skill will be applied in the construction of basic company valuation models, before the incorporation of risk assessment, scenarios, optimization and forecasting into the models. With the help of the course director and a proven step-by-step approach, delegates will then construct models of the different types. Delegates will leave this intensive two-days course the ability to effectively apply modeling techniques in Excel in a wide range of practical scenarios.
And also, by using hands-on training is expected that the managers and other professionals in the various areas of work can become proficient and adept at creating and developing the will of Financial Models via computer. This training was created to bring you into different levels to the model complex to enable you reach skill level you want, such as:
• Develop models to evaluate various projects.
• Using the media, scenarios and other equipment in the sensitivity analysis.
• Formulate and find a solution to the problem by using techniques of optimization.
• Respecting the choices of how financial techniques used in the real model.
• How to design a model to suit your purpose valuation modeling using conventional and new approaches.
• How to identify and control key sensitivity through advance spreadsheet simulation.
• How to design a model to maximize of key variables.
• Easy review other peoples models.


Some Financial Modeling Exercise we provide to develop human resources through the In-House Training in the company:

  1. Financial Budgeting
  2. Financial Ration and Analysis
  3. Risk Management
  4. Financial Reporting and Dashboard
  5. Business Valuation
  6. Costing and Pricing
  7. Break Even Analysis

Which approach do
The course starts by focusing on the advance use of excel in modeling. These newly gained skills will be applied in the construction of basic company valuation models, before the incorporation of risk assessment, scenarios,
optimization and forecasting into the models. With the help of the course director and a proven step-by-step
approach, delegates will then construct model of different types. Delegates will leave this intensive two-days
course the ability to effectively apply modeling techniques in Excel in a wide range of practical scenarios.
Method Used

  1. This training will explore the need for early training and continued with the lecture method combining classical, frequently asked questions, case studies, practice with instructor guidance and exercises that the trainees are expected not only new knowledge but also practical skills in Financial Modeling.
  2. Form of training will use practical methods using a computer (one person on a PC) through media presentations, frequently asked questions and case studies so that the participants are expected to not only be able to use the software but can make Financial Modeling using Excel & VBA.
  3. To achieve effectiveness in providing solutions to problems faced by employees, so we hope the training is done by attending training at least 15 (fifteen) and a maximum of 30 (thirty one) of the participants in the classroom. To anticipate the number of participants from the maximum limit, then we expect a system that allows for the generation who want to follow the training through the time and place agreed upon later.

Following the requirements for this Training
Familiar with Microsoft Excel, have basic Finance Analysis, and Financial Statement Flow. For computer or laptop that is used is expected to provide min in Microsoft Excel 2003.
Venue & Date
7 – 8 December 2009
Manhattan Hotel, Kuningan Jakarta
Jl.Prof.Dr.Satrio Casablanca Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Training Duration
This training will be held for 2 (two) days with a duration of time during 7 (seven) hours. Training will be at the
start of the 9:00 AM and finished at 17:00 PM.
Investment Needed
Investment is needed for 2 (two) days of such training is Rp. 3,950,000, net.

The ticket including with:

1. 1 PC/ trainee at training.
2. Lunch
3. Coffee break
4. Certificate
5. Flash Disc/ USB
6. Training Module
7. Free Parking
Registration or Ticket Order
PT. Trapezia Consulting
Graha Mustika Ratu, 10th floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 74-75, Jakarta 12870
Email: registration@tic.co.id
UP. Ridwan Sihombing – 0812 1998 3982

Apa yang Anda Butuhkan saat ini…?

Apa yang Anda Butuhkan saat ini…?

Innovation War : Nokia vs. Blackberry

  • Written by Yodhia Antariksa
  • Posted August 31, 2009 at 12:02 am

bebe-re.jpgDemam Blackberry (Bb) di tanah air tampaknya kian tak tertahankan. Laju penjualannya terus melesat, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna Bb tertinggi di dunia (!) Para pejabat RIM (Research In Motion) – produsen Bb yang berlokasi nun jauh di Ontario, Kanada sana – sampai tertegun-tegun, bahwa ada ledakan populasi pengguna Bb di sebuah negeri katulistiwa bernama Indonesia.

Dan kisah menjulangnya produk Blackberry itu dengan segera membuat produk smartphone keluaran Nokia seperti terpelanting, tercabik penuh luka. Jika tren ini terus berlanjut – dan banyak pengamat percaya ini akan terus berlanjut – masa depan produk smartphone Nokia niscaya akan tergolek dalam bayang-bayang kehancuran.

Syair dan kidung kematian mungkin masih terlalu pagi untuk dilantunkan. Namun, dalam perang inovasi yang brutal, everything is possible. Jika Nokia tak jua mampu mengelak, pendekar tangguh dari Finliandia ini bisa pelan-pelan tergeletak wafat dalam pusara kematian. Dan di atas batu nisannya, tercetak kalimat : Nokia – Rest in Peace. Who knows?

Semua kisah yang membawa kepiluan bagi Nokia itu berawal dari satu produk yang bernama Blackberry. Ada dua faktor utama yang berperan dalam melambungnya produk Bb ini. Yang pertama tentu saja adalah : produk yang inovatif dengan desain amat elegan. Teknologi email dan browsing-nya sangat user friendly, dan penempatan papan keyboardnya juga terlihat sangat pas (untuk seri Bold dan Curve). Desainnya juga sangat cantik nan menawan, membuat produk smartphone Nokia Communicator menjadi terlihat sangat jadul.

Faktor kedua, yang juga tak kalah penting, adalah apa yang dapat disebut sebagai “imitation effect”. Tentu efek ini bukan khas Indonesia, namun lazim menghinggap pada benak para konsumen di berbagai penjuru dunia. Efek ini intinya begini : kalau orang laen pake Bb, gue mesti pake juga dong. Sebab kalo gue ndak pake, gue bakal kelihatan ketinggalan jaman, gitu.

Efek semacam itu dengan segera akan menciptakan viral : atau promosi yang menyebar dengan sendirinya melalui jaringan para konsumennya. Efek semacam ini pelan-pelan bergerak seperti bola salju dan pada titik tertentu, akan menciptakan momentum ledakan penjualan. Gladwell menyebutnya sebagai tipping point : atau titik dimana efek viral itu melaju tak tertahankan.

Dan persis efek semacam itulah yang dengan indah dimanfaatkan oleh produsen Bb. Mereka hampir tak pernah mengeluarkan biaya untuk iklan; sebab yang menjadi salesman produk mereka adalah ribuan penggunanya yang tersebar disetiap sudut kota. Dan asyiknya “ribuan salesman/salesgirl” ini tidak perlu dibayar. Namun seperti kita lihat : efeknya sangat dramatis bagi laju penjualan Bb. (Ini tentu berbeda dengan smartphone Nokia yang jor-joran mengeluarkan puluhan milyar untuk pasang iklan dimana-mana; namun hasilnya tak juga maksimal).

Menyadari serbuan Bb yang kian tak tertahankan, Nokia mencoba merilis seri E, yang merupakan rangkaian produk smartphone dengan beragam keunggulan. Namun sayang, laju penjualannya ndak seperti yang diharapkan. Inilah yang membuat pangsa pasar smartphone Nokia secara global kian tergerus (dari sekitar 49 % pada tahun 2006 menjadi 41 % pada tahun 2009 ini; sementara pangsa Bb melaju hampir tiga kali lipat, dari 7 % pada tahun 2006 menjadi 20% pada tahun 2009).

Tren diatas tak pelak telah membuat Nokia segera berbenah; sebab jika mereka terus gagal membalikkan tren itu, maka masa depan mereka benar-benar berada dalam kekelaman. Sebab pada sisi lain, secara global Nokia juga harus menahan laju produk dahsyat lainnya, yakni iPhone dari Apple yang juga terus menggerus pangsa pasar Nokia.

Serangkaian kisah diatas tampaknya kian menegaskan arti penting inovasi. Tanpa kecerdikan melakukan inovasi, setiap perusahaan – betapapun hebatnya – pasti akan terjungkal dalam semak-semak kehinaan. Perang inovasi memang sungguh brutal. Ia selalu akan meninggalkan para pecundang yang tak sigap merespon dinamika pasar. Pecundang semacam pasti akan selalu tersingkir, dan terkaing-kaing dalam lembah kenestapaan.

Sebab itulah, kita sungguh percaya dengan mantra ini : INNOVATION. How can you survive without it?

Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart

GroupPhoto2

Rabu, 7 Oktober 2009 lalu bertempat di hotel Shangri-La Jakarta, Tokobagus bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) melakukan launching program peduli AIDS yang bertajuk Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart. Program tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung pemerintah dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Tema yang diambil “Have a Heart” mengacu pada tujuan utama amal ini yaitu mengedukasi masyarakat Indonesia tentang AIDS sehingga pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS akan lebih efektif. Melihat tingginya angka persentase pada penderita yang berumur muda, maka edukasi mengenai penanggulangan HIV/AIDS sangatlah penting. Dengan demikian, masyarakat, terutama kaum muda dan penderita ODHA, lebih memahami akan pencegahan HIV dan tidak mendiskriminasi penderita ODHA. Sosialisasi edukasi mengenai HIV/AIDS ini rencananya akan dilaksanakan ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Kegiatan sosial Have a Heart mengusung konsep penggalangan dana dengan melibatkan selebritis papan atas Indonesia melalui lelang amal di situs jual beli online Tokobagus. Jadi, Para selebritis menyumbangkan barang-barang koleksi pribadi mereka untuk dilelang di situs Tokobagus. Lelang ini digelar hingga 1 Desember 2009 pukul 12 siang WIB di portal Tokobagus yang bertepatan dengan Hari AIDS Internasional. Selebritis yang terlibat dalam charity ini antara lain Dewi Sandra, Irfan Hakim, Lena Tan, grup band Drive, Juliette band dan masih banyak lagi yang akan bergabung. Beberapa dari mereka bahkan datang langsung dan membawa barang – barang yang akan dilelang pada launching Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart. Seperti contoh, Dewi sandra menyumbangkan jaket kulit trendi yang pernah dipakainya disebuah show, Anya Dwinov memberikan jam tangan DKNY kesayangannya, lalu ada Juliette band yang menyumbangkan gitar Duncan bertanda tangan seluruh personel Juliette. Dana yang terkumpul dari charity tersebut nantinya 100% akan disumbangkan bagi kepentingan edukasi HIV/AIDS di Indonesia.

Nah, buat Anda yang peduli dengan sesama, ngefans berat sama selebritis sekaligus mau membuat perubahan bagi Indonesia, ayo ikuti dan sukseskan lelang amal Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart! Kunjungi Tokobagus.com dan buat penawaran sekarang juga! Sumbangsih Anda sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan!

Tokobagus on Facebook

Buat Anda yang belum bergabung di halaman penggemar Tokobagus di Facebook, ayo jadi penggemar Tokobagus! Dapatkan informasi dan tips menarik serta ikuti lelang amal Charity for AIDS Tokobagus Have a Heart!


Law of Attraction : Jalan Terjal Menuju Nirvana Kebahagiaan (Bagian 2)

visualisasi-positiv-resizeYodhia Antariksa January 21st, 2008

Dalam tulisan bagian pertama  telah memberikan elaborasi yang solid tentang betapa spirit optimisme dan pola pikir positif amat berpengaruh terhadap keberhasilan hidup.

Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar perjalanan hidup kita selalu diselimuti oleh energi positif dan spirit optimisme yang menghentak serta terus mengalir.

Salah satu cara yang populer adalah melalui teknik visualisasi positif (saya pernah mengulas teknik tersebut DISINI, karena itu silakan kesitu jika Anda ingin membacanya).

Cara lain yang praktis mungkin adalah ini : tenggelamkan diri Anda dalam lingkaran pergaulan atau komunitas yang memiliki visi hidup positif. Mungkin kita bisa memulainya dari lingkungan terdekat, keluarga. Siramilah segenap interaksi dalam keluarga kita dengan energi positif, rajutlah komunikasi yang produktif dengan pasangan hidup kita (dan bukan membanjirinya dengan aneka keluhan seperti : Aduh Mama, kenapa lauknya asin banget? Atau : Mama gimana sih, kok celana dalam saya ndak ada yang kering?). Lalu, limpahilah jua anak-anak kita dengan pujian dan apreasiasi (dan bukan dengan rentetan kalimat negatif seperti : kenapa rapormu jelek, kenapa nilai matematika si Andi lebih baik dari kamu, dst).

Lalu, bangun pula persahabatan dengan insan-insan yang selalu mampu menebarkan nyala kegigihan dalam setiap jejak langkahnya. Tebarkan interaksi dengan mereka yang selalu bisa memekarkan keyakinan untuk merengkuh keberhasilan; dan bukan dengan pribadi yang hanya bisa meletupkan energi negatif. Dan bentangkan sayap pergaulan kita dengan mereka yang selalu melihat masalah sebagai sebuah tantangan yang pasti bisa dituntaskan – dan tidak dengan orang-orang yang hanya menabur komplain, saling-menyalahkan dan mengeluarkan sembilu keluhan tanpa ujung.

Pada sisi lain, mungkin ada baiknya juga jika kita melimpahi hidup dengan bacaan dan pengetahuan yang inspiratif, menyegarkan serta mampu membawa pencerahan. Bacaan itu bisa kita gali dari buku-buku, majalah atau blog-blog bermutu (ya contohnya seperti blog yang sedang Anda baca ini….:):)). Pengetahun yang inspiratif ini barangkali dapat menopang dan membantu kita dalam merajut etos hidup yang dilimpahi oleh energi positif.

Pada akhirnya mesti dikatakan bahwa jalan menuju nirvana kebahagiaan sungguh merupakan jalan yang terjal nan berliku. Namun selalu hadapilah jalan yang panjang itu dengan sikap hidup positif, dengan spirit optimisme, dengan keyakinan yang menggumpal, dan dengan limpahan rasa syukur yang mengalir tanpa henti.

Juga dengan lantunan doa yang khusyu’ tanpa henti pada Sang Ilahi. Percayalah, seribu malaikat pasti akan selalu mendengar doa yang Anda bisikkan siang dan malam itu……..